Amankah Makananku ?

Standar

Laporan Praktikum

Amankah makananku

Disusun OLEH:

                                                          Putri Istiqomah                 (A1G010054)

Agung Setia Budi           (A1G010064)

Laila Julianti                   (A1G010074)

Ade Noftar                     (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

 

 

 

Amankah makananku?

Kelas 5 semester 1

Kompetensi dasar

1.3  mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan   dan kesehatan

Indikator

Siswa dapat:

  1. Menguji kandungan boraks didalam bahan makanan
  2. Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki

Saran penerapan dalam pembelajaran

Kegiatan ini dapat digunakan sebagai kegiatan inti maupun pemantapan pada pembelajaran siswa tenang “ makanan dengan tambahan bahan buatan”

Alat dan bahan

  1. Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks ( seperti mie kuning, mie putih, bakso, kerupuk)
  2. Kunyit
  3. Boraks
  4. Pisau
  5. Air
  6. Piring
  7. Kain putih/ kain kaos
  8. Pipet tetes
  9. Alat penumbuk

Prosedur atau langkah kerja

  1. Kupaslah kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit dengan kain putih lalu diperas untuk memperoleh air kunyit
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks kedalam satu sendok teh
  3. Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hungga rata dan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan
  4. Tumbuklah contoh makanan yang akan diuji hingga halus dan letakkan diatas piring. Usahaka masinh-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain
  5. Dengan menggunakan pipet , teteskanlah air kunyit keatas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

Catatan

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks

  1. Catat hasil pengujian pada tabel berikut!

Tabel uji kandunan borakks dalam makanan

No

Jenis Bahan

Kandungan Boraks

+

1

Mie kuning

ü

2

Snack tak-tak

ü

3

Kerupuk

ü

4

Tahu goring

ü

5

Tahu putih

ü

6

Bihun

ü

7

Tempe

ü

 

Pembahasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie dan kerupuk. Dipasar-pasar tradisional boraks dikenal dengan nama bleng.

Boraks bukanlah bahan makanan melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebeabkan keracunan, bahkan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing, kadang-kadang demam, dan timbul bintik merah pada kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin( bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandunngan boraks didalam makanan. Pada kondisi asam kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna merah kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya  asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila bercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Pengawetan, peningkatan rasa, dan aroma disarankan menggunakan bahan dn cara –cara alami. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, penggaraman, penambahan gula dan sebagainya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugian.

 

Kesimpulan

Dari tebel diatas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu makanan yang diduga mengandung boraks terdiri dari mie kuning, snaack tak-tak, tahu goreng dan kerupuk, karena saat ditetesi cairan kunyit, warna makanan tersebut berubah menyerupai cairan boraks.

Akibat dari penggunaan boraks pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan, hati, saraf, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap kesehatan :

  • Tanda dan gejala akut :

Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)

  • Tanda dan gejala kronis
    • Nafsu makan menurun
    • Gangguan pencernaan
    • Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    • Anemia, rambut rontok dan kanker.

Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks. Dari hal tersebut kita hendaknya lebih cermat dalam memilih dan memakan makanan kita sehari-hari.

Rujukan
http://www.beritaindonesia.co.id

http://www.depkes.go.id

http://www.disnakkeswan-lampung.go.id

http://id.wikipedia.org

Dokumentasi Praktikum

  

 

GAMBAR SETELAH DI TETESI CAIRAN KUNYIT

      

 

Iklan

“Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah”

Standar

Laporan Pratikum

“Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah”

Disusun OLEH:

                                     Putri Istiqomah                   (A1G010054)

Agung Setia Budi               (A1G010064)

Laila Julianti                        (A1G010074)

Ade Noftar                          (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011


  1. I.        Tujuan Kegiatan
    1. Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah
    2. Menentukan derajat keasaman tanah
    3. Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air
    4. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah
  1. II.     Alat Dan Bahan

a. menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat     keasaman tanah

  • Gelas ukur                        : 1 buah
  • Sedok plastik                   : 1 buah
  • Termometer                      : 1 buah
  • Cawan petri                      : 2 buah
  • PH-meter                          : 2 buah
  • Aquadest atau air netral   : 1 gelas
  • Tanah dari kebun sekolah :100 gram
  • Tanah humus                    : 100 gram

b. menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air

  • Gelas ukur                        : 1 buah
  • Corong plastik                  : 1 buah
  • Kantung plastik                : 3 buah
  • Kertas saring                    : 3 lembar ( 15 cm x 15 cm )
  • Timbangan                       : 1 buah
  • Tabung erlemeyer : 1 buah
  • Air bersih                         : 300 ml
  • Tanah kebun sekolah        : 100 gram
  • Pasir                                 : 100 gram
  • Tanah humus                    : 100 gram

c. mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

  • Buku
  • Pena

III.Langkah – langkah kegiatan

a. menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat     keasaman tanah

  • Kegiatan:

ü   Ukurlah suhu udara dan suhu tanah didalam ekosistem kebun sekolah

ü  Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok makan dan masukkan kedalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah hingga rata

ü  Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian masukkan kedalam cawan petri kmudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah hingga rata

ü  Tunggulah hingga air kembali menjadi jernih dan ukurlah berapa PH atau derajat keasaman air tanah tersebut

ü  Tulislah berapa besarnya PH atau derajat keasaman kedua contoh tanah tersebut dalam tabel

b. menentukan kandungan air didilam tanah atau daya serap tanah terhadap air

  • Kegiatan 1:

ü  Ambillah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering

ü  Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering

ü  Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering

ü  Timbanglah kembali tanah dan pasir yang sudah kering

ü  Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah =  x 100%

  • Kegiatan 2

ü  Siapkan tabung elmeyer yang kering

ü  Siapkan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan diatas gelas erlemeyer

ü  Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama diatas corong plastic yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer

ü  Ukurlah jumlah air yang menetes kedalam masing-masing tabung erlemeyer

ü  Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai barikut:

Daya serap tanah =

c.mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

  • Kegiatan 1

ü  Amati jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan dikebun sekolah

ü  Amati alat gerak, jenis makanannya dan cara reproduksinya

ü  Masukkan data hasil pengamatan didalam tabel

  • Kegiatan 2

ü  Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah

ü  Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya

ü  Masukkan data hasil pengamatan didalam tabel

IV.Hasil Pengamatan

  1. Hasil pengamatan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah
  • Suhu udara kebun sekolah 30o c
  • Suhu tanah kebun sekolah 27o c
  1. Hasil pengamatan besarnya PH atau derajat keasaman tanah kebun sekolah dan tanah humus

 

No

Jenis tanah

PH

Asam atau basa

Subur atau tidak subur

1.

Tanah kebun sekolah

6

Asam

Tidak subur

2.

Tanah humus

8

Basa

Subur

  1. Hasil pengamatan daya serap tanah terhadap air sebagai berikut:
  • Tanah kebun sekolah

Diketahui:

ü  Tanah basah 100 gram

ü  Tanah yang sudah dikeringkan 80 gram

ü  Air yang dituangkan 100 ml

ü  Air yang menetes 57 ml

  • Ditanya: Daya serap tanah terhadap air?
  • Jawab:

Daya serap tanah =

=

=

= 43%

  • Pasir

Diketahui :

ü  Tanah basah 100 gram

ü  Tanah yang sudah dikeringkan 80 gram

ü  Air yang dituangkan 100 ml

ü  Air yang menetes 58 ml

  • Ditanya: Daya serap pasir terhadap air?
  • Jawab :
  • Daya serap tanah =

=

=

= 42%

  • Tanah humus

Diketahui :

ü  Tanah humus 100 gram

ü  Air yang dituangkan 100 ml

ü  Air yang menetes 48 ml

  • Ditanya: Daya serap tanah humus terhadap air?
  • Jawab :
  • Daya serap tanah =

=

=

= 52%

  1. Hasil pengamatan jenis-jenis hewan yang hidup dikebun sekolah

No

Nama hewan

Tempat hidupnya

Alat geraknya

Jenis makanannya

Cara reproduksinya

1.

Cacing

Tanah

tubuh

Sisa bahan organik

Hemafprodit

2.

Belalang

udara

sayap

herbivora

Ovipar

3.

Capung

udara

sayap

herbivora

Ovipar

4.

nyamuk

udara

sayap

darah

Ovipar

5.

semut

tanah

kaki

herbivora

Oipar

6.

Lalat

udara

sayap

Segala macam makanan

Ovipar

  1. Hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah

 

 

 

No

 

 

Nama tumbuhan

Cara berkembang biaknya

Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan dan manusia

 

 

Jumlah tumbuhan

 

 

Akar

 

 

Umbi

 

 

biji

 

 

batang

 

 

tunas

1. lengkuas ü        

umbi

1 rumpun

2. rumput ü

30

v. pembahasan

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

1. Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.[4] Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya.[2] Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:

  1. Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
  2. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  3. Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
  4. Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
  5. Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
  6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

2. Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Heterotrof / Konsumen

Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

  1. Pengurai / dekomposer

Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:

  1. aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  2. anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  3. fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur[4]. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
  1. 3.      Ketergantungan

 

  1. 4.      Rantai makanan

Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:

  1. Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.
  2. Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.

Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:

  1. siklus karbon
  2. siklus air
  3. siklus nitrogen
  4. siklus sulfur

2. Macam-macam Ekosistem

Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa suatu  ekosistem terdiri dari lingkungan fisik (abiotik) , mahluk hidup (biotik),  dan aliran materi dan energi (interaksi).   Aliran materi dan energi dalam  suatu lingkungan akuarium dapat disederhanakan sebagai  suatu sistem rantai makanan.

  1. a.      Ekosistem darat

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut. 

  1. Bioma padang rumput

Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular

  1. Bioma Hutan Basah

Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

  1. Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

  1. Bioma taiga

Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

  1. Bioma tundra

Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.

1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.

2.Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.

a. Plankton;
terdiri alas fitoplankton dan zooplankton biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.

b. Nekton;
hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.

c. Neuston

organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.

d.Perifiton

merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.

  1. Bentos

hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas misalnya cacing dan remis. Lihat Gambar.

 b.kosistem air laut

Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.

  1. 1.      Laut

Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.

Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.

  1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.

a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat

  1. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter
  2. c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
    1. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).

2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut

.
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m|
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

  1. c.       Ekosistem Buatan

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.[1] Contoh ekosistem buatan adalah:

Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.

Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar. Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.

        VI. Kesimpulan

        Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa jenis tanah yang baik adalah tanah humus dengan ph 8 karena banyak mengandung unsur hara dengan warna tanah yang hitam dan jenis tanah humus merupakan tanah yang subur untuk ditanami tumbuhan sedangkan tanah kebun sekolah tidak subur untuk ditanam tumbuhan karena ph tanahnya 6 yang merupakan ph asam, selain itu dapat kita lihat tanah kebun sekolah berwarna kuning dan terlihat gersang.

Berdasarkan data daya serap tanah, tampak bahwa semakin padat partikel tanah maka semakin banyak air yang diserap oleh tanah tersebut. Seperti tanah humus dapat menyerap air lebih banyak dibandingkan tanah pasir dan tanah kebun. Tanah humus baik untuk tanaman karena partikelnya yang padat. Meski begitu, Bukan berarti tanah yang lain tidak baik untuk tanaman. Walaupun tanah humus dapat menyerap air paling banyak, Artinya semakin padat partikel tanahnya maka semakin banyak air yang dapat diserap oleh tanah tersebut, sebaliknya semakin besar partikel tanahnya maka semakin sedikit air yang diserap oleh tanah tersebut. Hal ini menunjukan bahwa jenis tanah dapat mempengaruhi banyaknya air yang diserap.

Dari hasil pengamatan hewan yang hidup dikebun sekolah adalah cacing, belalang, capung, nyamuk, semut dan lalat serta tumbuhan yang hiup adalah lengkuas dan rumput.

VII. Rujukan

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Hutagalung RA. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta. Hlm. 13-15
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t (Inggris) Campbell NA, Reece JB. 2009. Biology. USA: Pearson Benjamin Cummings. Page. 415-419.
  3. ^ ITB. 2004. Ekosistem sebagai lingkungan hidup manusia. Diakses pada 11 April 2010.
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w Anonim. 2000. Susunan dan Macam EkosistemDiakses pada 11 Apr 2010.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af Aryulina D, et al. 2004. Biologi SMA untuk kelas X. Jakarta: Esis.Hlm. 211-215.
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Anonim. 2010. EkosistemDiakses pada 11 Apr 2010.

Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekosistem&oldid=4983434

“Mikroskop dan Sel

Gambar

Laporan Pratikum

“Mikroskop dan Sel”

Disusun OLEH:

Putri Istiqomah              (A1G010054)

Agung Setia Budi   (A1G010064)

Laila Julianti          (A1G010074)

Ade Noftar            (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011


  1. I.        Tujuan Kegiatan

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami fungsi dan terampil menggunakannya, mengamati susunan jaringan-jaringan dan bentuk-bentuk sel pada tumbuhan.

 

  1. II.     Landasan Teori
  • Ø Pengenalan dan penggunaan mikroskop

Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.

Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.

Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.

  • Ø Fungsi dan Bagian – bagian Mikroskop
  1. Lensa Okuler

Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif

  1. Tabung Mikroskop

Untuk mengatur focus

  1. Tombol Pengatur Fokus Kasar

Untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun naik dengan cepat

  1. Tombol Pengatur Tombol Halus

Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat sehingga tabung mikroskop turun naik dengan lambat.

  1. Revolver

Untuk memilih lensa objektif yang akan di gunakan

  1. Lensa Objektif

Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.

  1. Lengan Mikroskop

Untuk pegangan saat membawa mikroskop

  1. Meja Preparat

Untuk meletakan objek benda  yang akan diamat

  1. Penjepit Objek Glass

Untukmenjepit preparat diatas meja preparat agar tidak bergeser.

  1. Kondensor

Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop

  1. Diafragma

Berupa lubang-lubang yangukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop

  1. Reflector/cermin

Untuk memantulkan atau mengarahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada 2 jenis yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah maka yang digunakan yaitu cermin cekung, tapi jika sumber cahaya kuat maka gunakan cermin datar.

  1. Kaki Mikroskop

Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap diatas meja.

III. Kegiatan

  • Sel

Seperti yang kita ketahui sel-sel terdapat dalam setiap makhluk hidup seperti : Sel Manusia,Sel Hewan,dan Sel Tumbuhan.Namun dalam penggolongannya Sel Manusia digabungkan dengan golongan Sel Hewan,sehingga dalam penggolongan hanya dicantumkan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Sel – sel pada Hewan dan Tumbuhan membentuk beberapa bentuk yang berbeda – beda antara satu dengan yang lainnya.Seperti antara Sel Tumbuhan dan Sel Hewan terjadi perbedaan organel dalam sel , perbedaannya terletak pada Dindingsel,Nukleus,Ribosom,Lisosom,BadanGolgi,Retikulum.endoplasma,Plastida,Mitokondria,dan vakuola.Yang kita akan amati adalah Sel Tumbuhan sebagai sampelnya adalah Sel Bawang merah. Sedangkan Sel juga ada yang termasuk Sel Hidup dan Sel Mati, Sel Hidup ada sel yang masih melakukan aktifitas didalammnya.Lain halnya dengan Sel Mati adalah sel yang didalamnya tidak terdapat tanda-tanda adanya aktifitas.Yang akan kita amati adalah Sel Mati dan sebagai sampelnya adalah lempulur ubi kayu (Sel gabus).

IV.Langkah Kerja

  • Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong
  1. Sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  2. Letakan sayatan pada kaca preparat
  3. Tetesi sayatan dengan metilin blue
  4. Tutupi sayatan dengan kaca penutup
  5. Letakan prepata dibawah mikroskop
  6. Amati preparat melalui mikroskop
  7. Gambarlah hasil pengamatanmu

 

  • Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah
  1. Ambilah satu suing bawang merah
  2. Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  3. Letakan lapisan tersebut pada kaca preparat
  4. Tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue
  5. Tutup dengan kaca penutup
  6. Letakan preparat ddibawah kaca mikroskop
  7. Amati preparat bawang merah tersebut mellui mikroskop
  8. Gambarlah hasil pengamatnmu
  9. Sebutkan bagian-bagian yang tampak pada preparat.
  • Kegiatan III mengamati epitel dalam mulut
  1. Goreskan tusuk gigi pada pipi bagaian dalam mulutmu
  2. Letakan hasil goresan tusuk gigi tersebut pada kaca preparat
  3. Tetesi hasil goresan tadi dengan melilin blue
  4. Tutup dengan kaca penutup
  5. Letakan preparat dibawah mikroskop
  6. Gambarlah hasil pengamatanmu
  7. Sebutkan bagian-bagian yang Nampak pada preparat
  • Kegiatan IV mengamati epidermis bawah daun Rheodiscolours
  1. Ambil daun Rhoeo discolor
  2.  Kemudian secara perlahan kelupas atau buat sayatan tipis lapisan bawah daun.
  3. Letakkan sayatan tersebut pada kaca objek,
  4. Tetesi dengan setetes aquades lalu tutup dengan kaca penutup.
  5. Letakkan preparat tersebut di meja mikroskop cahaya

v. Pembahasan

  • Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong

Dari pengamatan dengan mikroskop bentuk sel gabus seperti segi delapan, kemudian isi dalam sel gabus tidak ada karena sel gabus termasuk sel mati sehingga tidak memiliki inti sel, selain itu sel gabus termasuk sel mati karena tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel, dan tidak ada aktifitas yang terjadi dalam sel tersebut, hasil perbesaran mikroskop pertama 10×10 kemudian 10×40 sel.

Gambar:

  • Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah

Dari pengamatan dengan menggunakan mikroskop, bentuk sel epidermis bawang merah yaitu seperti balok yang disusun miring yang disusun miring. Di dalam sel bawang merah  terdapat cairan yaitu cairan inti (nukleoplasma) berupa geldan transparan  cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks fungsinya yaitu untuk melindungi fakuola. Sel bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel,memiliki cairan didalamnya,dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.

Gambar :

  • Kegiatan III mengamati epitel kulit dalam pipi

Pada hasil pengamatan sel epitel yang terdapat pada bagian dalam pipi berbentuk pipih yang berfungsi sebagai proteksi terhadap perngaruh fisis, mekanis maupun kimia. Bentuk pipih dengan inti yang terlihat di tengah dan ada yang dipinggir dengan bentuk inti lonjong. Sel epitel ini terdiri atas membran sel, sebagai pembatas antara sel epitel yang satu dengan yang lain , inti sel dan sitoplasma. Membran plasma tersusun atas senyawa lipoprotein. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel berupa mitokondria, ribosom, lisosom, retikulum endoplasma dan badan golgi.

Gambar :

  • Kegiatan IV mengamati lapisan epidermis bawah daun Rheodiscolours

Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks. Pertumbuhan darai tana,mn ini sangat penting pada aktivitas jaringan meristem. Dan jaringanya terbagi dua yang berdasarkan kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak diri yaitu jaringan meristem dan jaringan yang permanen. ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu : Dinding Sel, Epidermis, Stomata,sel penjaga

Gambar :

 

VI. Kesimpulan

Setelah kami lakukan pengamatan kami dapat menyimpulakan bahwa Sel Tumbuhan miliki Nukleus,Mitokondria,Retikulum,Endoplasma,Lisosom,Ribosom,dan Badan Golgi.Sedangkan Sel Mati (Sel Gabus) tidak melakukan aktifitas dan tidak memiliki bagian-bagian seperti pada sel tumbuhan karena sel gabus adalah bagian dari Sel tumbuhan.Sel gabus adalah jaringan pada tumbuhan agar jaringan dibawah Sel gabus ini tidak kehilangan kebanyakan air.

Sel tumbuhan dan Sel hewan mempunyai bagian seperti Dinding Sel,Plastida,Kloroplas,Sentriol,dan Vakuola.Bagian-bagian tersebut saling mendukung agar terjadi kesinambungan antara satu dengan yang lain.
Walaupun Sel mati,gabus juga mempunyai bentuk Sel yang khas berbeda dengan Sel tumbuhan.Oleh karena itu masing-masing mempunyai bentuk khas dari Sel tumbuhan,Hewan,dan Sel mati.

 

 

 

VII. Rujukan

Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.

Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.

Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.

Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.

Sowasono, Haddy. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Universitas Indonesia. Jakarta.

Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

@gudangmateri

laporan pratikum fotosintesis hydrilla

Standar

Laporan Pratikum

“ Fotosintesis Hydrilla”

Disusun OLEH:

Putri Istiqomah                   (A1G010054)

Agung Setia Budi               (A1G010064)

Laila Julianti                        (A1G010074)

Ade Noftar                          (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011


  1. I.        Tujuan Kegiatan
  • Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
  • Membuktikan bahwa fotosintesis
  • Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan
  1. II.     Alat Dan Bahan
    1. Botol minuman bekas yang bening
    2. Pipa / selang bening
    3. Air
    4. Tumbuhan air misalnya hydrilla
    5. Plastisin
    6. stopwatch

III.Langkah – langkah kegiatan

  1. Buatlah lubang pada tutup botol bening tersebut
  2. Masukan hydrilla kedalam pipa bening tsedikit, kemudian masukan kedalam botol bekas bening tadi dan diisi air
  3. Pastikan air berada dan tertahan di tengah-tengah selang
  4. Tutup celah-celah botol dan ujung pipa bagian luar tadi dengan plastisin.
  5. Hitunglah gelembung udara dari rumbuhan Hydrilla pada pagi hari , siang hari, sore, malam.

IV.Hasil Pengamatan

v  Tabel pengamatan 1

Waktu (dalam 1 menit)

Jumlah gelembung

Sabtu (08.00 wib)

23

Sabtu (11.00 wib)

47

Sabtu ( 16.00 wib)

43

v  Tabel pengamatan 2

Waktu ( dalam 1 menit)

Jumlah gelembung

Minggu ( 08.00 wib)

30

Minggu (11.00 wib)

76

Minggu ( 16.00 wib)

54

Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa jumlah gelembung pada pagi hari lebih sedikit dari siang dan sore karena cahaya matahari belum terlalu terang kemudian jumlah gelembumg paling banyak pada siang hari karena cahaya matahari yang terang sehingga gelembung menjadi banyak keluar.

Perbedaan gelembung pada hari sabtu dan minggu berbeda karena pada hari sabtu cuaca tidak terlalu panas atau berawan bahkan pada siang hari terjadi hujan tapi pada sore hari cuaca sudah tidak ujan lagi melainkan berawan sedangkn pada hari minggu cuaca cerah itulah yang menyebabkan perbedaan gelembung pada hari sabtu dan minggu.

Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan memepengaruhi jumlah gelembung gas yang dihasilkan pada fotosintesis tumbuhan Hydrilla. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Gelembung gas yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis adalah oksigen. Selain cahaya matahari, cahaya lampu, dan cahaya warna tertentu dapat merangsang dihasilkannya gelembung gas. Warna nila dan merah dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya akuarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

laporan pratikum mikroskop dan sel

Standar

Laporan Pratikum

“Mikroskop dan Sel”

Disusun OLEH:

Putri Istiqomah            (A1G010054)

Agung Setia Budi   (A1G010064)

Laila Julianti          (A1G010074)

Ade Noftar            (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

I.        Tujuan Kegiatan

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami fungsi dan terampil menggunakannya, mengamati susunan jaringan-jaringan dan bentuk-bentuk sel pada tumbuhan.

 II.     Landasan Teori

  •  Pengenalan dan penggunaan mikroskop

Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.

Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.

Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.

 

 

 

  • Ø Fungsi dan Bagian – bagian Mikroskop
  1. Lensa Okuler

Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif

  1. Tabung Mikroskop

Untuk mengatur focus

  1. Tombol Pengatur Fokus Kasar

Untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun naik dengan cepat

  1. Tombol Pengatur Tombol Halus

Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat sehingga tabung mikroskop turun naik dengan lambat.

  1. Revolver

Untuk memilih lensa objektif yang akan di gunakan

  1. Lensa Objektif

Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati.

  1. Lengan Mikroskop

Untuk pegangan saat membawa mikroskop

  1. Meja Preparat

Untuk meletakan objek benda  yang akan diamat

  1. Penjepit Objek Glass

Untukmenjepit preparat diatas meja preparat agar tidak bergeser.

  1. Kondensor

Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop

  1. Diafragma

Berupa lubang-lubang yangukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop

  1. Reflector/cermin

Untuk memantulkan atau mengarahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada 2 jenis yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah maka yang digunakan yaitu cermin cekung, tapi jika sumber cahaya kuat maka gunakan cermin datar.

  1. Kaki Mikroskop

Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap diatas meja.

III. Kegiatan

  • Sel

Seperti yang kita ketahui sel-sel terdapat dalam setiap makhluk hidup seperti : Sel Manusia,Sel Hewan,dan Sel Tumbuhan.Namun dalam penggolongannya Sel Manusia digabungkan dengan golongan Sel Hewan,sehingga dalam penggolongan hanya dicantumkan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Sel – sel pada Hewan dan Tumbuhan membentuk beberapa bentuk yang berbeda – beda antara satu dengan yang lainnya.Seperti antara Sel Tumbuhan dan Sel Hewan terjadi perbedaan organel dalam sel , perbedaannya terletak pada Dindingsel,Nukleus,Ribosom,Lisosom,BadanGolgi,Retikulum.endoplasma,Plastida,Mitokondria,dan vakuola.Yang kita akan amati adalah Sel Tumbuhan sebagai sampelnya adalah Sel Bawang merah. Sedangkan Sel juga ada yang termasuk Sel Hidup dan Sel Mati, Sel Hidup ada sel yang masih melakukan aktifitas didalammnya.Lain halnya dengan Sel Mati adalah sel yang didalamnya tidak terdapat tanda-tanda adanya aktifitas.Yang akan kita amati adalah Sel Mati dan sebagai sampelnya adalah lempulur ubi kayu (Sel gabus).

IV.Langkah Kerja

  • Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong
  1. Sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  2. Letakan sayatan pada kaca preparat
  3. Tetesi sayatan dengan metilin blue
  4. Tutupi sayatan dengan kaca penutup
  5. Letakan prepata dibawah mikroskop
  6. Amati preparat melalui mikroskop
  7. Gambarlah hasil pengamatanmu

 

  • Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah
  1. Ambilah satu suing bawang merah
  2. Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  3. Letakan lapisan tersebut pada kaca preparat
  4. Tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue
  5. Tutup dengan kaca penutup
  6. Letakan preparat ddibawah kaca mikroskop
  7. Amati preparat bawang merah tersebut mellui mikroskop
  8. Gambarlah hasil pengamatnmu
  9. Sebutkan bagian-bagian yang tampak pada preparat.

 

  • Kegiatan III mengamati epitel dalam mulut
  1. Goreskan tusuk gigi pada pipi bagaian dalam mulutmu
  2. Letakan hasil goresan tusuk gigi tersebut pada kaca preparat
  3. Tetesi hasil goresan tadi dengan melilin blue
  4. Tutup dengan kaca penutup
  5. Letakan preparat dibawah mikroskop
  6. Gambarlah hasil pengamatanmu
  7. Sebutkan bagian-bagian yang Nampak pada preparat

 

  • Kegiatan IV mengamati epidermis bawah daun Rheodiscolours
  1. Ambil daun Rhoeo discolor
  2.  Kemudian secara perlahan kelupas atau buat sayatan tipis lapisan bawah daun.
  3. Letakkan sayatan tersebut pada kaca objek,
  4. Tetesi dengan setetes aquades lalu tutup dengan kaca penutup.
  5. Letakkan preparat tersebut di meja mikroskop cahaya

v. Pembahasan

  • Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong

Dari pengamatan dengan mikroskop bentuk sel gabus seperti segi delapan, kemudian isi dalam sel gabus tidak ada karena sel gabus termasuk sel mati sehingga tidak memiliki inti sel, selain itu sel gabus termasuk sel mati karena tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel, dan tidak ada aktifitas yang terjadi dalam sel tersebut, hasil perbesaran mikroskop pertama 10×10 kemudian 10×40 sel.

 

 

Gambar:

 

 

 

  • Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah

Dari pengamatan dengan menggunakan mikroskop, bentuk sel epidermis bawang merah yaitu seperti balok yang disusun miring yang disusun miring. Di dalam sel bawang merah  terdapat cairan yaitu cairan inti (nukleoplasma) berupa geldan transparan  cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks fungsinya yaitu untuk melindungi fakuola. Sel bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel,memiliki cairan didalamnya,dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.

Gambar :

 

  • Kegiatan III mengamati epitel kulit dalam pipi

Pada hasil pengamatan sel epitel yang terdapat pada bagian dalam pipi berbentuk pipih yang berfungsi sebagai proteksi terhadap perngaruh fisis, mekanis maupun kimia. Bentuk pipih dengan inti yang terlihat di tengah dan ada yang dipinggir dengan bentuk inti lonjong. Sel epitel ini terdiri atas membran sel, sebagai pembatas antara sel epitel yang satu dengan yang lain , inti sel dan sitoplasma. Membran plasma tersusun atas senyawa lipoprotein. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel berupa mitokondria, ribosom, lisosom, retikulum endoplasma dan badan golgi.

Gambar :

 

  • Kegiatan IV mengamati lapisan epidermis bawah daun Rheodiscolours

Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks. Pertumbuhan darai tana,mn ini sangat penting pada aktivitas jaringan meristem. Dan jaringanya terbagi dua yang berdasarkan kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak diri yaitu jaringan meristem dan jaringan yang permanen. ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu : Dinding Sel, Epidermis, Stomata,sel penjaga

Gambar :

 

 

VI. Kesimpulan

Setelah kami lakukan pengamatan kami dapat menyimpulakan bahwa Sel Tumbuhan miliki Nukleus,Mitokondria,Retikulum,Endoplasma,Lisosom,Ribosom,dan Badan Golgi.Sedangkan Sel Mati (Sel Gabus) tidak melakukan aktifitas dan tidak memiliki bagian-bagian seperti pada sel tumbuhan karena sel gabus adalah bagian dari Sel tumbuhan.Sel gabus adalah jaringan pada tumbuhan agar jaringan dibawah Sel gabus ini tidak kehilangan kebanyakan air.

Sel tumbuhan dan Sel hewan mempunyai bagian seperti Dinding Sel,Plastida,Kloroplas,Sentriol,dan Vakuola.Bagian-bagian tersebut saling mendukung agar terjadi kesinambungan antara satu dengan yang lain.
Walaupun Sel mati,gabus juga mempunyai bentuk Sel yang khas berbeda dengan Sel tumbuhan.Oleh karena itu masing-masing mempunyai bentuk khas dari Sel tumbuhan,Hewan,dan Sel mati.

 

 

 

VII. Rujukan

Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.

Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.

Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.

Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.

Sowasono, Haddy. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Universitas Indonesia. Jakarta.

Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

@gudangmateri

 

Hello world!

Standar

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.