Amankah Makananku ?

Standar

Laporan Praktikum

Amankah makananku

Disusun OLEH:

                                                          Putri Istiqomah                 (A1G010054)

Agung Setia Budi           (A1G010064)

Laila Julianti                   (A1G010074)

Ade Noftar                     (A1G009054)

Dosen Pembimbing :

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M.pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

 

 

 

Amankah makananku?

Kelas 5 semester 1

Kompetensi dasar

1.3  mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan   dan kesehatan

Indikator

Siswa dapat:

  1. Menguji kandungan boraks didalam bahan makanan
  2. Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki

Saran penerapan dalam pembelajaran

Kegiatan ini dapat digunakan sebagai kegiatan inti maupun pemantapan pada pembelajaran siswa tenang “ makanan dengan tambahan bahan buatan”

Alat dan bahan

  1. Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks ( seperti mie kuning, mie putih, bakso, kerupuk)
  2. Kunyit
  3. Boraks
  4. Pisau
  5. Air
  6. Piring
  7. Kain putih/ kain kaos
  8. Pipet tetes
  9. Alat penumbuk

Prosedur atau langkah kerja

  1. Kupaslah kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit dengan kain putih lalu diperas untuk memperoleh air kunyit
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks kedalam satu sendok teh
  3. Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hungga rata dan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan
  4. Tumbuklah contoh makanan yang akan diuji hingga halus dan letakkan diatas piring. Usahaka masinh-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain
  5. Dengan menggunakan pipet , teteskanlah air kunyit keatas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

Catatan

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks

  1. Catat hasil pengujian pada tabel berikut!

Tabel uji kandunan borakks dalam makanan

No

Jenis Bahan

Kandungan Boraks

+

1

Mie kuning

ü

2

Snack tak-tak

ü

3

Kerupuk

ü

4

Tahu goring

ü

5

Tahu putih

ü

6

Bihun

ü

7

Tempe

ü

 

Pembahasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie dan kerupuk. Dipasar-pasar tradisional boraks dikenal dengan nama bleng.

Boraks bukanlah bahan makanan melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebeabkan keracunan, bahkan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing, kadang-kadang demam, dan timbul bintik merah pada kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin( bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandunngan boraks didalam makanan. Pada kondisi asam kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna merah kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya  asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila bercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Pengawetan, peningkatan rasa, dan aroma disarankan menggunakan bahan dn cara –cara alami. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, penggaraman, penambahan gula dan sebagainya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugian.

 

Kesimpulan

Dari tebel diatas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu makanan yang diduga mengandung boraks terdiri dari mie kuning, snaack tak-tak, tahu goreng dan kerupuk, karena saat ditetesi cairan kunyit, warna makanan tersebut berubah menyerupai cairan boraks.

Akibat dari penggunaan boraks pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan, hati, saraf, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap kesehatan :

  • Tanda dan gejala akut :

Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)

  • Tanda dan gejala kronis
    • Nafsu makan menurun
    • Gangguan pencernaan
    • Gangguan SSP : bingung dan bodoh
    • Anemia, rambut rontok dan kanker.

Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks. Dari hal tersebut kita hendaknya lebih cermat dalam memilih dan memakan makanan kita sehari-hari.

Rujukan
http://www.beritaindonesia.co.id

http://www.depkes.go.id

http://www.disnakkeswan-lampung.go.id

http://id.wikipedia.org

Dokumentasi Praktikum

  

 

GAMBAR SETELAH DI TETESI CAIRAN KUNYIT

      

 

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s