Benarkah Tumbuhan Menghasilkan Zat Tepung?

 

Kelas 5 semester 1

a. Kompetensi dasar

2.1 mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

b. Indikator

Siswa dapat menunjukkan bahwa zat tepung akan terbentuk di daun yang berwarna hijau dengan bantuan sinar matahari.

c. Saran penerapan dalam pembelajaran

Percobaan ini dilakukan sebagai kegiatan inti pada pembelajaran siswa tentang “ tumbuhan hijau memerlukan bantuan cahaya”

d. Alat Dan Bahan

  1. Daun bayam yang masih menempel pada tumbuhannya
  2. Kertas almuniumfoil
  3. 40% alkohol
  4. Larutan iodium atau lugol
  5. Spritus putih
  6. Tabung erlemeyer
  7. Penjepit tabung erlemeyer
  8. Lampu spritus
  9. Pinset
  10. 200 ml air
  11. Korek api
  12. cawan petri
  13. tungku lampu
  14. tabung reaksi

e. Prosedur Atau Langkah Kerja

  1. Tutuplah salah satu daun  bayam dengan menggunakan kertas almuniumfoil sehari sebelum praktik pada pagi hari .
  2. Petiklah daun bayam yang sudah ditutup dengan kertas karbon dan daun bayam yang tidak ditutup dengan kertas karbon pada sore hari.
  3. Pada saat praktik hidupkanlah lampu spritus dengan menggunakan korek api
  4. Masukkan 200 ml air pada tabung erlemeyer
  5. Letakkan tabung erlemeyer pada tungku lampu tepat dibawah lampu spritus
  6. Tunggulah hingga air mendidih
  7. Masukkanlah daun bayam yang tertutup kertas almuniumfoil dan daun bayam yang tidak tertutup kertas almuniumfoil kedalam air yang sudah mendidih
  8. Tunggu hingga daun bayam layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi
  9. Setelah itu angkat dan sebagian bayam yang ditutup dengan kertas almuniumfoil dan yang tidak ditutup dengan kertas almuniumfoil diletakkan ditabung reaksi kemudian diberi alkohol
  10. Masukkan tabung reaksi yang berisi alkohol dan kedua rebusan daun tersebut kedalam tabung erlemeyer
  11. Didihkan alkohol tersebut sampai daun terlihat pucat dan alkoholnya berwarna hijau, tujuannya adalah untuk melarutkan klorofil agar lebih mudah bereaksi dengan lugol
  12. Setelah daun berwarna pucat, angkatlah daun dan celupkan ke air mendidih agar daun bersih dari alkohol
  13. Letakkan daun kedalam cawan petri kemudian tetesi dengan lugol scara merata, tujuannya untuk mengetahui bahwa didalam daun tersebut terdapat zat tepung atau tidak. Zat tepung bila diberi lugol akan terbentuk iodamilium yang berwarna biru sampai hitam
  14. Amati perubahan pada daun setelah ditetesi lugol.

f. Pembahasan

Fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang berklorofil ( paling banyak terdapat pada daun).  Dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi, karbondioksida dari udara yang ditangkap oleh klorofil, dan air dari tanah, akan membentuk gula yang disalurkan kebagian tubuh untuk digunakan atau disimpan, misalnya dalam bentuk zat tepung. Pada daun yang ditutup, tidak mendapat sinar, tidak terjadi proses fotsintesis karena itu tidak terdapat zat tepung. Hal ini dibuktikan dengan daun yang tidak berwarna hitam atau biru.

g.Landasan Teori

Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

1. Reaksi Terang

Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon, 1989).

2. Reaksi gelap

Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:

a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.

b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).

c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1.Ketersediaan air

Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya

Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

3.Konsentrasi karbondioksida (CO2)

Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

 

DAFTAR RUJUKAN
Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.
Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Ingin Artikel Ini..??

 

Dokumentasi Praktikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s